Soal Uraian Sifat Koligatif Larutan

Untuk soal uraian biasakanlah mengerjakan lengkap dengan satuan, agar penalaran konsep dapat logis. Dengan demikian kalian mampu menalar keterkaitan konsep dengan baik, tidak sekedar hafal rumus dan berhitung. Dalam proses belajar, dianjurkan mengerjakan soal uraian terlebih dahulu. Soal pilihan ganda dikerjakan setelah kalian memahami konsep dengan tuntas. Karena soal pilihan ganda ditujukan untuk mengetahui penguasaan konsep secara keseluruhan dalam waktu yang relatif singkat.

Konsentrasi Larutan

  1. Larutan urea (Mr = 60) 1% massa jenisnya 0,01 g/mL. Hitung molaritas larutan itu.
  2. Larutan NaOH 20 % massa jenisnya 1,2 g/mL. Jika Mr. NaOH = 40, maka berapa molaritas larutan itu?
  3. Massa jenis suatu larutan CH3COOH 5,2M adalah 1,04 g/mL. Bila Mr CH3COOH = 60, hitung konsentrasi larutan ini dinyatakan dalam % massa asam asetat.
  4. Berapa fraksi mol glukosa (Mr – 180) dalam air, jika larutan itu mengandung 1,8% massa glukosa?
  5. Larutan 10% massa gula (Mr = 342) dalam air sebanyak 500 gram mengandung x gram gula. Berapa harga x?
  6. Jika perbandingan massa zat X (Mr = 27) dan air (Mr = 18) adalah 3 : 2, berapa fraksi mol zat X?
  7. Larutan HCl (Mr = 36,5) 0,1M massa jenisnya 1,02 g/mL. Hitung molalitasnya.
  8. Molalitas larutan urea (Mr = 60) 0,2mol/Kg air. Berapa molaritasnya?
  9. Sebanyak 5,85 g NaCl (Mr = 58,5) dilarutkan ke dalam 200 g air, diperoleh larutan x molal. Bila larutan ini diencerkan 20 kali, berapa molalitas larutan yang baru?
  10. Fraksi mol glukosa (Mr = 180) dalam air 0,5. Bila larutan ini diencerkan 10 kali, berapa fraksi mol glukosa yang baru?

Tekanan Uap

  1. Suatu pelarut murni misalnya air, bila dipanaskan dalam ruang tertutup, suatu saat akan mencapai keadaan setimbang. Pada keadaan ini, tekanan uap di atas air dinyatakan sebagai Po. Terangkan kejadian ini.
  2. Bila ke dalam air murni dimasukkan suatu zat terlarut, maka pada saat kesetimbangan tercapai, tekanan uap di atas larutan lebih rendah dibanding Po. Terangkan kejadian ini.
  3. Mengapa makin banyak jumlah zat terlarut, tekanan uap larutan makin rendah?
  4. Bagaimana hubungan antara fraksi mol zat terlarut dengan penurunan tekanan uap pelarut?
  5. Bagaimana hubungan antara konsentrasi larutan dengan tekanan uap jenuh larutan?
  6. Tekanan uap air jenuh pada 102oC adalah 816 mm Hg. Berapakah tekanan uap jenuh larutan urea 10% berdasar massa pada suhu itu? (Mr air = 18, Urea = 60)
  7. Hitunglah tekanan uap larutan sukrosa dalam air dengan konsentrasi 0,2 molal, jika pada suhu 30oC tekanan uap air murni 31,82 mmHg.
  8. Hitunglah tekanan uap larutan 10 gram urea (NH2)2CO, dalam 27 gram air pada suhu 30oC, jika tekanan uap air pada suhu itu adalah 30 mmHg. (Ar H = 1, C = 12, N = 14, O = 16)
  9. Suatu larutan terdiri atas 36,08 gram manitol dalam 7200 gram air. Pada suhu 20oC tekanan uap jenuh larutan 17,23 mmHg. Jika pada suhu yang sama tekanan uap jenuh air 17,54 mmHg; hitunglah massa rumus manitol.
  10. Suatu larutan terdiri dari 2,5 gram zat tidak mudah menguap dalam 900 gram air. Tekanan uap jenuh larutan itu pada suhu 100oC = 756,2 mmHg dan tekanan uap jenuh air murni = 760 mmHg. Tentukan massa rumus senyawa terlarut.

Titik Didih dan Titik Beku

  1. Tentukan titik didih larutan 10 gram urea CO(NH2)2 (Mr = 60) dalam 200 gram air, jika Kb air 0,52oC/m.
  2. Ke dalam 600 gram air dilarutkan 27 gram senyawa non elektrolit. Larutan mendidih pada 100,13°C. Jika Kb air = 0,52°C/m, berapa massa molekul relatif zat terlarut?
  3. Sebanyak 3 gram zat non elektrolit X dilarutkan dalam 100 gram benzena menghasilkan kenaikan titik didih = 0,54oC. Bila kenaikan titik didih molal benzena = 2,7oC/m, berapa massa rumus zat X.
  4. Titik didih larutan 6 gram urea dalam 100 gram air 101,3°C. Sekelompok siswa melarutkan x gram gula (Mr = 342) ke dalam 400 gram air. Agar titik didih larutan gula = larutan urea, berapa gram gula yang harus ditimbang?
  5. Sebanyak 15 gram urea CO(NH2)2 dilarutkan dalam 250 gram air. Jika penurunan titik beku molal (Kf) adalah 1,86oC, hitung titik beku larutan itu. ( N = 14, H = 1, C = 12, O = 16)
  6. Sebanyak 3,1 gram glikol (C2H6O) dilarutkan dalam 250 gram air, kemudian dicampur dengan 17,1 gram sukrosa (C12 H22O11) dalam 500 gram air. Kf air = 1,86°C. (Ar : H = 1, O =anyak 16, C = 12). Tentukan titik beku campuran larutan.
  7. Ke dalam 500 gram air dilarutkan 40 gram senyawa Fe2(SO4)3. Jika Kb air = 0,52°C/m; derajat ionisasi 0,8, maka kenaikan titik didih larutan tersebut adalah ….(Ar : Fe = 56, S = 32, O = 16)
  8. Sebanyak 9,5 gram MgCl2 dilarutkan dalam 100 ml air, mempunyai derajat ionisasi 1. Jika Kf air = 1,86,maka penurunan titik bekunya adalah…. (Ar Mg = 24, Cl = 35,5 )

Tekanan Osmotik

  1. Dua macam larutan, A dan B dibatasi dengan dinding semipermeabel. Jelaskan peristiwa osmosis yang terjadi pada larutan di atas.
  2. Dua macam larutan dapat dikatakan isotonis. Terangkan melalui contoh.
  3. Dengan contoh, tunjukkan perbedaan peristiwa hipotonik dan hipertonik.
  4. Dalam 100 mL larutan terdapat 6,84 gram zat X yang non elektrolit. Pada 27°C, tekanan osmotik larutan 4,92 atm. Tentukan massa molekul relatif (Mr) zat non elektrolit tersebut. (R= 0,082 L atm /mol K)
  5. Bila 1.2 gram urea (Mr = 60) dilarutkan ke dalam air sehingga volum larutan menjadi 2 dm³ pada 27°C, berapa tekanan osmotik larutan itu? (R = 0,082).
  6. Suatu larutan NaCl x M isotonik dengan larutan CO(NH2)2 0,02 M diukur pada suhu yang sama. Jika volume kedua larutan sama, berapa harga x?
  7. Suatu larutan urea x M hipotonik terhadap larutan NaBr 0,05 M. Perkirakan harga x.
  8. Untuk membuat larutan NaCl hipertonik terhadap larutan glukosa 0,02 M, berapa molaritas larutan NaCl yang diperlukan?

>>>>><<<<<

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>