Soal Uraian Sifat Koligatif Larutan

Untuk soal uraian biasakanlah mengerjakan lengkap dengan satuan, agar penalaran konsep dapat logis. Dengan demikian kalian mampu menalar keterkaitan konsep dengan baik, tidak sekedar hafal rumus dan berhitung. Dalam proses belajar, dianjurkan mengerjakan soal uraian terlebih dahulu. Soal pilihan ganda dikerjakan setelah kalian memahami konsep dengan tuntas. Karena soal pilihan ganda ditujukan untuk mengetahui penguasaan konsep secara keseluruhan dalam waktu yang relatif singkat.

Konsentrasi Larutan

  1. Larutan urea (Mr = 60) 1% massa jenisnya 0,01 g/mL. Hitung molaritas larutan itu.
  2. Larutan NaOH 20 % massa jenisnya 1,2 g/mL. Jika Mr. NaOH = 40, maka berapa molaritas larutan itu?
  3. Massa jenis suatu larutan CH3COOH 5,2M adalah 1,04 g/mL. Bila Mr CH3COOH = 60, hitung konsentrasi larutan ini dinyatakan dalam % massa asam asetat.
  4. Berapa fraksi mol glukosa (Mr – 180) dalam air, jika larutan itu mengandung 1,8% massa glukosa?
  5. Larutan 10% massa gula (Mr = 342) dalam air sebanyak 500 gram mengandung x gram gula. Berapa harga x?
  6. Jika perbandingan massa zat X (Mr = 27) dan air (Mr = 18) adalah 3 : 2, berapa fraksi mol zat X?
  7. Larutan HCl (Mr = 36,5) 0,1M massa jenisnya 1,02 g/mL. Hitung molalitasnya.
  8. Molalitas larutan urea (Mr = 60) 0,2mol/Kg air. Berapa molaritasnya?
  9. Sebanyak 5,85 g NaCl (Mr = 58,5) dilarutkan ke dalam 200 g air, diperoleh larutan x molal. Bila larutan ini diencerkan 20 kali, berapa molalitas larutan yang baru?
  10. Fraksi mol glukosa (Mr = 180) dalam air 0,5. Bila larutan ini diencerkan 10 kali, berapa fraksi mol glukosa yang baru?

Tekanan Uap

  1. Suatu pelarut murni misalnya air, bila dipanaskan dalam ruang tertutup, suatu saat akan mencapai keadaan setimbang. Pada keadaan ini, tekanan uap di atas air dinyatakan sebagai Po. Terangkan kejadian ini.
  2. Bila ke dalam air murni dimasukkan suatu zat terlarut, maka pada saat kesetimbangan tercapai, tekanan uap di atas larutan lebih rendah dibanding Po. Terangkan kejadian ini.
  3. Mengapa makin banyak jumlah zat terlarut, tekanan uap larutan makin rendah?
  4. Bagaimana hubungan antara fraksi mol zat terlarut dengan penurunan tekanan uap pelarut?
  5. Bagaimana hubungan antara konsentrasi larutan dengan tekanan uap jenuh larutan?
  6. Tekanan uap air jenuh pada 102oC adalah 816 mm Hg. Berapakah tekanan uap jenuh larutan urea 10% berdasar massa pada suhu itu? (Mr air = 18, Urea = 60)
  7. Hitunglah tekanan uap larutan sukrosa dalam air dengan konsentrasi 0,2 molal, jika pada suhu 30oC tekanan uap air murni 31,82 mmHg.
  8. Hitunglah tekanan uap larutan 10 gram urea (NH2)2CO, dalam 27 gram air pada suhu 30oC, jika tekanan uap air pada suhu itu adalah 30 mmHg. (Ar H = 1, C = 12, N = 14, O = 16)
  9. Suatu larutan terdiri atas 36,08 gram manitol dalam 7200 gram air. Pada suhu 20oC tekanan uap jenuh larutan 17,23 mmHg. Jika pada suhu yang sama tekanan uap jenuh air 17,54 mmHg; hitunglah massa rumus manitol.
  10. Suatu larutan terdiri dari 2,5 gram zat tidak mudah menguap dalam 900 gram air. Tekanan uap jenuh larutan itu pada suhu 100oC = 756,2 mmHg dan tekanan uap jenuh air murni = 760 mmHg. Tentukan massa rumus senyawa terlarut.

Titik Didih dan Titik Beku

  1. Tentukan titik didih larutan 10 gram urea CO(NH2)2 (Mr = 60) dalam 200 gram air, jika Kb air 0,52oC/m.
  2. Ke dalam 600 gram air dilarutkan 27 gram senyawa non elektrolit. Larutan mendidih pada 100,13°C. Jika Kb air = 0,52°C/m, berapa massa molekul relatif zat terlarut?
  3. Sebanyak 3 gram zat non elektrolit X dilarutkan dalam 100 gram benzena menghasilkan kenaikan titik didih = 0,54oC. Bila kenaikan titik didih molal benzena = 2,7oC/m, berapa massa rumus zat X.
  4. Titik didih larutan 6 gram urea dalam 100 gram air 101,3°C. Sekelompok siswa melarutkan x gram gula (Mr = 342) ke dalam 400 gram air. Agar titik didih larutan gula = larutan urea, berapa gram gula yang harus ditimbang?
  5. Sebanyak 15 gram urea CO(NH2)2 dilarutkan dalam 250 gram air. Jika penurunan titik beku molal (Kf) adalah 1,86oC, hitung titik beku larutan itu. ( N = 14, H = 1, C = 12, O = 16)
  6. Sebanyak 3,1 gram glikol (C2H6O) dilarutkan dalam 250 gram air, kemudian dicampur dengan 17,1 gram sukrosa (C12 H22O11) dalam 500 gram air. Kf air = 1,86°C. (Ar : H = 1, O =anyak 16, C = 12). Tentukan titik beku campuran larutan.
  7. Ke dalam 500 gram air dilarutkan 40 gram senyawa Fe2(SO4)3. Jika Kb air = 0,52°C/m; derajat ionisasi 0,8, maka kenaikan titik didih larutan tersebut adalah ….(Ar : Fe = 56, S = 32, O = 16)
  8. Sebanyak 9,5 gram MgCl2 dilarutkan dalam 100 ml air, mempunyai derajat ionisasi 1. Jika Kf air = 1,86,maka penurunan titik bekunya adalah…. (Ar Mg = 24, Cl = 35,5 )

Tekanan Osmotik

  1. Dua macam larutan, A dan B dibatasi dengan dinding semipermeabel. Jelaskan peristiwa osmosis yang terjadi pada larutan di atas.
  2. Dua macam larutan dapat dikatakan isotonis. Terangkan melalui contoh.
  3. Dengan contoh, tunjukkan perbedaan peristiwa hipotonik dan hipertonik.
  4. Dalam 100 mL larutan terdapat 6,84 gram zat X yang non elektrolit. Pada 27°C, tekanan osmotik larutan 4,92 atm. Tentukan massa molekul relatif (Mr) zat non elektrolit tersebut. (R= 0,082 L atm /mol K)
  5. Bila 1.2 gram urea (Mr = 60) dilarutkan ke dalam air sehingga volum larutan menjadi 2 dm³ pada 27°C, berapa tekanan osmotik larutan itu? (R = 0,082).
  6. Suatu larutan NaCl x M isotonik dengan larutan CO(NH2)2 0,02 M diukur pada suhu yang sama. Jika volume kedua larutan sama, berapa harga x?
  7. Suatu larutan urea x M hipotonik terhadap larutan NaBr 0,05 M. Perkirakan harga x.
  8. Untuk membuat larutan NaCl hipertonik terhadap larutan glukosa 0,02 M, berapa molaritas larutan NaCl yang diperlukan?

>>>>><<<<<

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Soal Sifat Koligatif Larutan 2

Titik Didih dan Titik Beku

1. Pelarutan 1 mol KCl dalam 1000 gram H2O akan berpengaruh pada ….
a. titik didih H2O saja
b. titik beku H2O saja
c. titik didih dan titik beku H2O
d. titik didih atau titik beku H2O
2. Larutan yang memiliki titik didih tertinggi adalah ….
a. 1.0 M Ca(NO3)2
b. 2.0 M Ca(NO3)2
c. 1.0 M KNO3
d. 2.0 M KNO3
e. 4.0 M KNO3
3. Jika 4.27 gram sukrosa, C12H22O11 (massa molar = 342 g/mol), dilarutkan ke dalam 15.2 gram air, titik didih larutan adalah …. Kb air 0.512°C/molal. Anggaplah tekanan barometer 760 torr, saat air murni mendidih pada 100.000°C.
a. 101.64°C
b. 100.42°C
c. 99.626°C
d. 100.73°C
e. 101.42°C
4. Zat terlarut yang dalam air larutannya menghasilkan titik didih tertinggi adalah ….
a. 2 mol NaCl
b. 1 mol l2
d. 2 mol metanol
e. 1 mol metanol
5. Urutan cairan yang titik didihnya makin naik adalah ….
n-pentana (C5H12), heksil alkohol (C6H13OH), 2,2-dimetilpropana (C5H12)
a. n-pentana (C5H12) < heksil alkohol (C6H13OH) < 2,2-dimetilpropana (C 5H12)
b. 2,2-dimetilpropana (C5H12) < n-pentana (C5H12) < heksil alkohol (C6H13OH)
c. heksil alkohol (C6H13OH) < 2,2-dimetilpropana (C5H12) < n-pentana (C5H12)
d. n-pentana (C5H12) < 2,2-dimetilpropana (C5H12) < heksil alkohol (C6H13OH)
e. 2,2-dimetilpropana (C5H12) < heksil alkohol (C6H13OH) < n-pentana (C5H12)
6. Titik didih O2 lebih tinggi dari N2 sebab ….
a. adanya gaya antara ion-dipol
b. gaya dipol-dipol
c. adanya ikatan hidrogen
d. gaya London
e. gaya tarik ion-ion
7.Titik beku suatu larutan yang mengandung 8.00 g sukrosa, C12H22O11 (massa molar = 342 g/mol) dalam 100.0 g H2O. Kf H2O = 1.86°C/molal.
a. -0.044°C
b. -0.22°C
c. -0.39°C
d. -0.44°C
e. 0.040°C
8. Zat terlarut yang menghasilkan larutan dengan titik beku terendah bila dilarutkan kedalam air adalah ….
a. 2 mol KNO3
b. 1 mol etanol
c. 1 mol CaCl2
d. 2 mol metanol
e. 1 mol metanol
9. Hitung massa “antifreeze” (etilen glikol, MW (massa molar) = 62 g/mol) yang diperlukan untuk ditambahkan kedalam 80 L (80 Kg) air dalam radiator agar air dalam radiator membeku dibawah 0oF (-17.8oC). Kf air -1.86oC/m.
a. 48 kg
b. 80 kg
c. 62 g
d. 4800g
e. 2400g
10. Larutan berikut yang menghasilkan titik beku tertinggi ketika dilarutkan kedalam air adalah ….
a. 4 gram NaOH dalam 1L air
b. 3 gram urea dalam 2L air
c. 18 gram glukose dalam 500 mL air
d. 5,9 gram NaCl dalam 2L air
e. 1,5 gram asam asetat dalam 500 mL air

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Soal Sifat Koligatif Larutan 1

Tekanan Uap Larutan

1.Diantara larutan berikut yang menghasilkan tekanan uap tertinggi adalah ….
a. 0.01 X (sukrosa)
b. 0.005 X (Na2SO4)
c. 0.007 X (CaCl2)
d. 0.008 X (Mg(OH)2)
e. 0,0001 X (urea)
2. Larutan yang menghasilkan tekanan uap terendah adalah ….
a. 0.02 X (sukrosa) at 15oC
b. 0.01 X (NaCl) at 50oC
c. 0.008 X (CaCl2) at 25oC
d. 0.01 X (NaCl) at 25oC
e. 0.008 X (CaCl2) at 50oC
3. Larutan yang menghasilkan tekanan uap tertinggi adalah ….
a. 0.02 X (NaCl) at 50oC
b. 0.03 X (sukrosa) at 15oC
c. 0.005 X (CaCl2) at 50oC
d. 0.02 X (NaCl) at 25oC
e. 0.005 X (CaCl2) at 25oC
4. Berapa tekanan uap (atm) pada 40oC dari larutan yang mengandung 3.00 mol heptana dan 5.00 mol oktana? Pada 40oC tekanan uap heptana dan oktana adalah 0.121 dan 0.06 atm.
a. 0.067
b. 0.080
c. 0.075
d. 0.087
e. 0.061
5. Berapa tekanan uap total (mm Hg) dari larutan 50.0 g of benzena, C6H6 dan 50.0 g toluena, C7H8, pada 25oC? Tekanan uap benzena murni dan toluena pada temperatur ini adalah 95.1 dan 28.4 mm Hg. Ar: C = 12, H = 1).
a. 63.8
b. 65.0
c. 63.0
d. 64.5
e. 65.6
6. Berapa tekanan total pada 25oC dari larutan 1.0 mol toluena (C7H8) dan 2.0 mol benzena (C6H6) pada 25oC, jika tekanan uap pelarut murni 22 dan 75 mm Hg pada 20oC? A: C = 12, H = 1, Cl = 35.5).
a. 49
b. 36
c. 63
d. 57
e. 41
7. Jika tekanan uap air pada 90°C adalah 0.692 atm, berapa tekanan uap larutan (atm) yang dibuat dengan melarutkan 1.00 mol urea dalam 1.00 kg air?
a. 0.692
b. 0.680
c. 0.668
d. 0.656
e. 0.634
8. Tekanan uap CH3OH pada 30oC adalah 160 torr. Berapa fraksi mol gliserol,C3H5(OH)3, (nonvolatil) yang diperlukan untuk menurunkan tekanan uap menjadi 130 torr? Ar: C = 12, H = 1, O = 16).
a. 0.230
b. 0.188
c. 0.198
d. 0.168
e. 0.210
9. Etilen glikol (C2H6O2) hanya sedikit menguap pada 100oC. Tentukan tekanan uap (torr) air pada 100oC dalam larutan 1.90 x 103 g air dan 625 g of etilen glikol. Tekanan uap air murni 760 torr pada 100oC. (Ar; C = 12, H = 1, O = 16).
a. 671
b. 694
c. 682
d. 705
e. 712
10. Sukrosa, C 12H22O11 (massa molar = 342 g/mol) tergolong non-volatil dalam air. Tentukan penurunan tekanan uap 75.0 g sukrosa yang dilarutkan dalam 180.0 g air. Tekanan uap air murni pada 27°C 26.7 torr.
a. 0.585 torr
b. 0.058 torr
c. 0.573 torr
d. 5.62 torr
e. 0.548 torr

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Soal Konsentrasi Larutan 2

Pernyataan Konsentrasi : Molalitas dan Fraksi Mol

1. Massa jenis (densitas) larutan 56.0% massa metanol (CH3OH) adalah 0.9046 g/cm3. Molalitas larutan adalah …. (Ar: C = 12, H = 1, O = 16).
a. 36.8
b. 39.7
c. 37.9
d. 40.9
e. 38.6
2. Densitas larutan 72.0% massa etanol (CH3CH2OH) adalah 0.8644 g/cm3. Molalitas larutan adalah …. (Ar: C = 12, H = 1, O = 16).
a. 58.9
b. 55.8
c. 57.2
d. 53.0
e. 54.1
3. Larutan pekat HBr 48.0% massa memiliki densitas 1.50 g/mL. Molalitas larutan adalah …. (Ar: H = 1, Br = 80).
a. 12.5
b. 11.4
c. 12.2
d. 11.6
e. 11.9
4. Berapa molalitas larutan 25 g etil alkohol (C2H5OH) dalam 200.0 mL benzena, C6H6? Densitas benzena adalah 0.879 g/mL. (Ar: C = 12, H = 1, O = 16).
a. 4.5
b. 0.31
c. 3.1
d. 0.62
e. 0.45
5. Berapa molalitas larutan 50.0g of metil alkohol, CH3OH, in 450.0 g air? (Ar:C= 12, H = 1, O = 16).
a. 0.700
b. 1.73
c. 3.47
d. 0.173
e. 0.347
6. Formalin merupakan larutan preservatif yang digunakan di laboratorium biologi. Larutan ini mengandung 40 cm3 formaldehida, CH2O, (densitasnya 0.82g/cm3) per 100 cm3 air. Molalitas formalin adalah …. (Ar: C = 12, H = 1, O = 16).
a. 10
b. 8.0
c. 11
d. 12
e. 9.0
7. Densitas larutan 3.29 M (NH4)2SO4 adalah 1.2077 g/cm3. Molalitas larutan adalah …. (Ar: N = 14, S = 32, O = 16, H = 1).
a. 3.60
b. 4.26
c. 3.29
d. 3.82
e. 4.03
8. Larutan vinegar 0.763 M dalam asam asetat, C2H4O2 memiliki densitas 1.004 g/mL. Konsentrasi molal asam asetat adalah …. (Ar: C = 12, H = 1, O = 16).
a. 0.751
b. 0.796
c. 0.715
d. 0.815
e. 0.730
9. Densitas larutan 0.872 M K2CrO4 adalah 1.129 g/cm3. Molalitas larutan adalah …. (Ar: K = 39, Cr = 52, O = 16).
a. 0.872
b. 0.909
c. 0.232
d. 1.50
e. 0.0909
10. Molalitas larutan CsCl dengan fraksi mol 0.0967 adalah …. (Ar: Cs = 133, Cl = 35.5, H = 1, O = 16).
a. 5.29
b. 5.55
c. 5.73
d. 5.95
e. 6.21
11. Molalitas larutan K2CrO4 dengan fraksi mol 0.0161 adalah …. (Ar: K= 39, Cr= 52, O = 16, H = 1).
a. 0.841
b. 0.790
c. 0.820
d. 0.909
e. 0.872
12. Molalitas larutan CH3OH dengan fraksi mol 0.417 adalah …. (Ar:C=12, H=1, O=16).
a. 35.8
b. 37.3
c. 38.2
d. 39.7
e. 36.4
13. Fraksi mol CsCl dalam larutan yang dibuat dari 0.297 mol CsCl dan 2.78 mol air adalah …. (Ar: Cs = 133, Cl = 35.5, H = 1, O = 16).
a. 0.105
b. 0.116
c. 0.0912
d. 0.0861
e. 0.0967
14. Fraksi mol CH3CH2CH2OH dalam larutan yang dibuat dari 0.932 mol CH3CH2CH2OH dan 2.44 mol air adalah …. (Ar: C = 12, H = 1, O = 16).
a. 0.258
b. 0.241
c. 0.292
d. 0.227
e. 0.276
15. Fraksi mol Pb(NO3)2 dalam larutan yang dibuat dari 0.0543 mol Pb(NO3)2 dan 4.55 mol air adalah …. (Ar: Pb = 207, N = 14, O = 16).
a. 0.129
b. 0.0129
c. 0.136
d. 0.0136
e. 0.0118
16. Suatu larutan antibeku mobil mengandung 2.42 kg etilen glikol, HOCH2CH2OH, dan 2.00 kg air. Fraksi mol etilen glikol adalah …. (Ar: C = 12, H = 1, O = 16).
a. 0.290
b. 0.710
c. 0.260
d. 0.320
e. 0.740
17. Fraksi mol etanol, C2H5OH dalam minuman beralkohol yang mengandung 40% etanol dan 60% air adalah …. (Ar: C = 12, H = 1, O = 16).
a. 0.39
b. 0.29
c. 0.21
d. 0.71
e. 0.79
18. Fraksi mol C6H5OH dalam larutan yang mengandung 23.5 g C6H5OH dan 41.4 g C2H5OH adalah …. (Ar: C = 12, O = 16, H = 1).
a. 0.200
b. 0.262
c. 0.217
d. 0.231
e. 0.299
19. Suatu paduan logam mengandung 92.5% perak dan 7.5% tembaga. Fraksi mol perak adalah …. (Ar: Ag = 108, Cu = 63.5).
a. 0.88
b. 0.93
c. 0.81
d. 0.85
e. 0.94
20. Kawat nikrom mengandung 80.0% nikel dan 20.0% krom. Fraksi mol krom adalah …. (Ar: Ni = 59, Cr = 52).
a. 0.220
b. 0.200
c. 0.160
d. 0.180
e. 0.240
21. Suatu koin mengandung 90.0% perak dan 10.0% tembaga. Fraksi mol tembaga adalah …. (Ar: Ag = 108, Cu = 63.5).
a. 0.158
b. 0.115
c. 0.129
d. 0.100
e. 0.141
22. Suatu kuningan mengandung 60.0% tembaga, 39.0% seng dan 1.0% timah putih. Fraksi mol seng adalah …. (Ar: Cu = 63.5, Zn = 65.4, Sn = 119).
a. 0.374
b. 0.385
c. 0.360
d. 0.348
e. 0.398
23. Suatu paduan logam mengandung 82.0% timah hitam, 15.0% antimon dan 3.0% tembaga. Fraksi mol tembaga adalah …. (Ar: Pb = 207, Sb = 122, Cu = 63.5).
a. 0.056
b. 0.083
c. 0.030
d. 0.043
e. 0.069
24. Suatu logam mengandung 90.0% timah putih, 7.0% antimon, dan 3.0 karbon. Fraksi mol antimon adalah …. (Ar: Sn = 119, Sb = 122, C = 12).
a. 0.071
b. 0.054
c. 0.062
d. 0.045
e. 0.030
25. Suatu paduan logam terdiri atas 69.0% seng, 19.0% timah putih, 4.0% tembaga, 3.0% antimon dan 5.0% timah hitam. Fraksi mol timah putih adalah …. (Ar: Zn = 65.4, Sn = 119, Cu = 63.5, Sb = 122, Pb = 207).
a. 0.152
b. 0.121
c. 0.190
d. 0.109
e. 0.132
26. Suatu paduan logam mengandung 85.0% timah putih, 6.8% tembaga, 6.5% bismut dan 1.7% antimon. Fraksi mol tembaga adalah …. (Ar: Sn=119, Cu=63.5, Bi=209, Sb=122).
a. 0.10
b. 0.12
c. 0.080
d. 0.068
e. 0.14
27. Suatu paduan logam mengandung 85.0% timah putih, 6.8% tembaga, 6.5% bismut dan 1.7% antimon. Fraksi mol bismut adalah …. (Ar: Sn = 119, Cu = 63.5, Bi = 209, Sb = 122).
a. 0.051
b. 0.036
c. 0.059
d. 0.065
e. 0.045
28. Suatu larutan 10.0% massa etanol, C2H5OH, dalam air memiliki densitas 0.983 g/cm3 pada 15oC. Fraksi mol etanol adalah …. (Ar: C = 12, H = 1, O = 16).
a. 0.042
b. 0.065
c. 0.06
d. 0.04
e. 0.05
29. Densitas larutan 48.0% massa H2SO4 adalah 1.38 g/cm3. Fraksi mol zat terlarut adalah …. (Ar: H = 1, S = 32, O = 16).
a. 0.145
b. 0.178
c. 0.165
d. 0.131
e. 0.157
30. Densitas larutan 28.0% massa H3PO4 adalah 1.1686 g/cm3. Fraksi mol senyawa adalah …. (Ar: H = 1, O = 16, P = 31).
a. 0.067
b. 0.076
c. 0.072
d. 0.062
e. 0.069

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Soal Konsentrasi Larutan 1

Pernyataan Konsentrasi Larutan : Molaritas

Ingat bahwa seluruh alam semesta dan seisinya merupakan zat kimia. Dalam belajar kimia, kalian harus selalu ingat bahwa peranan kimia demikian besarnya. Sasaran utama seseorang belajar sesuatu adalah untuk dapat hidup lebih baik. Karena itu, belajar kimiapun jangan teori abstrak saja. Setiap topik kimia selalu memiliki sasaran tertentu, termasuk mengapa kalian belajar pernyataan konsentrasi. Nah berikut ibu sajikan soal-soal yang menyangkut kehidupan sehari-hari, baik di bidang kedokteran, farmasi, industri kimia, maupun penelitian di laboratorium. Karena soal-soal ini berdasarkan kenyataan, tentulah menyangkut angka-angka signifikan. Kalau sejak sekolah menengah kalian telah terbiasa mempelajari kimia analitis kuantitatif, maka faktor ketelitian sudah tidak asing lagi bagi kalian sampai nanti ke perguruan tinggi atau terlibat dalam persoalan industri maupun laboratorium. Insya Allah tujuan kurikulum ini terlaksana. Please, do the best and be the best.

1. Hormon adrenalin (C9H13NO3) terdapat dalam 6 mg per 100 mL plasma darah. Molaritas adrenalin adalah …. (Ar C = 12, H = 1, O = 16, N = 14).
a. 3 x 10-7
b. 5 x 10-10
c. 3 x 10 -10
d. 6 x 10-7
e. 6 x 10-8
2. Pada 25oC, 0.0050 gram NaCl dilarutkan ke dalam butanol (CH3CH2CH2CH2OH) hingga volume larutan 0.10 L. Molaritas larutan adalah …. (Ar: Na= 23, Cl= 35.5, C= 12, H= 1, O= 16).
a. 0.050
b. 0.0009
c. 0.009
d. 0.0008
e. 0.005
3. Larutan untuk injeksi intravena mengandung 300 mg ion Na+ dalam 100.0 mL. Molaritas ion Na+ adalah …. (Ar: Na = 23).
a. 0.01
b. 0.02
c. 0.13
d. 0.3
e. 0.2
4. Jumlah mol NaClO3 yang terdapat dalam 367 mL 0.52 M larutan adalah …. (Ar: Cl = 35.5, O = 16, Na = 23).
a. 0.14
b. 0.11
c. 0.19
d. 0.09
e. 0.21
5. Jumlah mol Na2SO4 yang terdapat dalam 127 mL 0.12 M larutan adalah …. (Ar: Na = 23, S = 32, O = 16).
a. 0.018
b. 0.027
c. 0.016
d. 0.024
e. 0.031
6. Jumlah mol litium khlorat (LiClO3) dalam 153 mL larutan 1.764 M adalah ….
a. 0.340
b. 0.210
c. 0.270
d. 0.240
e. 0.310
7. Massa glukosa (gram) yang terdapat dalam 500.0 mL 0.30 M larutan yang digunakan untuk injeksi intravena adalah …. (Ar: C = 12, H = 1, O = 16).
a. 2.7
b. 0.27
c. 27
d. 0.15
e. 1.5
8. Massa CH3OH (gram) yang diperlukan untuk membuat 50.0 mL 0.40 M larutan adalah …. (Ar: C = 12, H = 1, O = 16).
a. 0.80
b. 0.45
c. 0.64
d. 0.50
e. 0.32
9. Massa (g) KClO4 yang diperlukan untuk membuat 275 mL 0.5151 M larutan adalah …. (Ar: K = 39, O = 16, Cl = 35.5).
a. 8.59
b. 12.2
c. 19.6
d. 4.21
e. 1.97
10. Larutan pekat K2CrO4 15.0% massa memiliki massa jenis (densitas) 1.129 g/cm3. Massa (gram) larutan pekat yang diperlukan untuk membuat 200.0 mL larutan 0.150M adalah …. (Ar: K = 39, Cr = 52, O = 16).
a. 34.2
b. 35.3
c. 38.8
d. 40.5
e. 41.4
11. Larutan pekat HCl 37.0% massa memiliki densitas 1.19 g/mL. Massa larutan ini (gram) yang diperlukan untuk membuat 125 mL larutan 1.50 M HCl adalah …. (Ar: H = 1, Cl = 35.5).
a. 17.5
b. 17.0
c. 18.5
d. 18.0
e. 6.84
12. Larutan pekat HBr 48.0% massa memiliki densitas 1.50 g/mL. Massa larutan ini (gram) yang diperlukan untuk membuat 500.0 mL larutan 0.600 M adalah …. (Ar: H= 1, Br = 80).
a. 24.3
b. 40.2
c. 50.6
d. 45.4
e. 54.6
13. Larutan pekat AgNO3 21.9% massa memiliki densitas 1.220 g/cm3. Volume larutan ini (milliliter) yang diperlukan untuk membuat 150.0 mL larutan 0.200M adalah …. (Ar: Ag = 108, N = 14, O = 16).
a. 18.1
b. 17.3
c. 19.7
d. 20.6
e. 19.1
14. Larutan pekat (NH4)2SO4 36.0% massa memiliki densitas 1.2077 g/cm3. Volume larutan (milliliter) / massa larutan (gram) yang diperlukan untuk membuat 175.0 mL larutan 0.120M adalah …. (Ar: N = 14, S = 32, O = 16, H = 1)
a. 7.71
b. 5.93
c. 6.92
d. 8.26
e. 6.40
15. Larutan pekat HI 47.0% massa memiliki densitas 1.50 g/mL. Volume larutan (milliliter) yang diperlukan untuk membuat 250.0 mL larutan 1.50 M adalah …. (Ar: H = 1, I = 127).
a. 66.4
b. 102
c. 62.3
d. 48.0
e. 68.0
16. Sebanyak 25.0 mL larutan pekat HCl (12.0 M) diencerkan menjadi 750.0 mL. Molaritas larutan yang baru adalah …. (Ar: H = 1, Cl = 35.5).
a. 0.400
b. 0.800
c. 0.500
d. 1.00
e. 0.600
17. Sebanyak 10.0 mL larutan pekat HNO3 (15.8 M) diencerkan menjadi 500.0 mL. Molaritas larutan baru adalah …. (Ar: H = 1, N = 14, O = 16).
a. 0.316
b. 0.500
c. 0.250
d. 0.450
e. 0.375
18. Sebanyak 25.0 mL larutan pekat H3PO4 (14.7 M) diencerkan menjadi 500.0 mL. Molaritas larutan baru adalah …. (Ar: H = 1, P = 31, O = 16).
a. 0.735
b. 0.765
c. 0.670
d. 0.795
e. 0.700
19. Fluoksimesterona, C20 H29FO3, merupakan steroid anabolik. Suatu larutan dibuat dengan melarutkan 10.0 mg steroid dalam 500.0 mikro L air. Larutan ini diencerkan menjadi 100.0 mL. Molaritas larutan baru adalah …. (Ar: C= 12, O= 16, F= 19, H= 1).
a. 5.94 x 10-11
b. 1.19 x 10-10
c. 5.94 x 10-8
d. 2.38 x 10-11
e. 1.19 x 10-7
20. Suatu larutan yang mengandung ion Mn2+ dibuat dengan melarutkan 1.485 g senyawa mangan murni dalam asam nitrat dan dilarutkan ke dalam 1.00 L. Aliquot 10.00 mL diencerkan menjadi 500.0 mL. Molaritas larutan terakhir adalah …. (Ar: Mn = 55).
a. 5.06 x 10-3
b. 0.0506
c. 0.0253
d. 5.41 x 10-4
e. 2.53 x 10-4
21. Suatu larutan dibuat dengan melarutkan 516.5 mg asam oksalat (C2H2O4) ke dalam 100.0 mL. 10.00 mL larutan ini kemudian diencerkan menjadi 250.0 mL. Molaritas larutan baru adalah …. (Ar: C = 12, H = 1, O = 16).
a. 5.737 x 10-2
b. 5.737
c. 2.295
d. 2.295 x 10-3
e. 5.738 x 10-2
22. Suatu larutan pekat HF 10.0 mL (16.5 M) diencerkan menjadi 250.0 mL. Molaritas larutan terakhir adalah adalah …. (Ar: H = 1, F = 19).
a. 0.570
b. 0.630
c. 0.690
d. 0.660
e. 0.600
23. Volume (mL) 0.872 M larutan K2CrO4 yang digunakan untuk membuat 100.0 mL larutan 0.125 M adalah …. (Ar: K = 39, Cr = 52, O = 16).
a. 13.9
b. 14.3
c. 13.5
d. 14.9
e. 14.8
24. Volume (mL) 1.57 M larutan AgNO3 yang digunakan untuk membuat 250.0 mL larutan 0.200 M adalah …. (Ar: Ag = 108, N = 14, O = 16).
a. 29.3
b. 31.8
c. 30.2
d. 33.8
e. 32.7
25. Volume (mL) larutan pekat H3PO4 (14.7 M) yang digunakan untuk membuat 125 mL 3.00 M larutan H3PO4 adalah …. (Ar: H = 1, P = 31, O = 16).
a. 20.0
b. 25.5
c. 27.5
d. 22.5
e. 17.5
26. Suatu larutan HCl 37.0% sebanyak 50.0 mL memiliki densitas 1.19 g/mL. Larutan ini diencerkan menjadi 0.400 L. Molaritas larutan terakhir adalah …. (Ar: H = 1, Cl = 35.5).
a. 1.68
b. 1.87
c. 1.51
d. 4.08
e. 1.79
27. Suatu larutan K2CrO4 15.0% sebanyak 14.3 mL memiliki densitas 1.129 g/cm3. Larutan ini diencerkan menjadi 100.0 mL. Molaritas larutan terakhir adalah …. (Ar: K = 39, Cr = 52, O = 16).
a. 0.150
b. 0.200
c. 0.125
d. 0.225
e. 0.175
28. Suatu larutan AgNO3 21.9% sebanyak 31.8 mL memiliki densitas 1.220 g/cm3. Larutan ini diencerkan menjadi 250.0 mL. Molaritas larutan baru adalah ….. (Ar: Ag = 108, N = 14, O = 16).
a. 0.275
b. 0.225
c. 0.200
d. 0.175
e. 0.250

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Soal Struktur Atom Kelas X

Soal obyektif pilihan ganda ini dapat digunakan sebagai latihan keluasan wawasan. Dalam mengerjakan soal ini diharapkan siapapun tidak membuka-buka buku, karena kemungkinan jawabannya sudah disediakan. Ujilah diri Anda, sejauh mana keluasan wawasan Anda. Karena pilihan jawaban telah tersedia, maka upayakan Anda mampu mengerjakan soal-soal berikut dengan benar dan cepat. Ketika Anda menghadapi ujian atau lomba, soal jenis ini dituntut kecepatan berpikir, kalau tidak ada nilai minus. Suatu ujian atau lomba yang memberikan nilai minus, berarti kehati-hatian harus diperhatikan dan penalaran harus ditingkatkan. Belajarlah sebaik mungkin, jangan lewatkan kesempatan berlatih diri secara mandiri.

1.Belerang dengan notasi S, berarti dalam atom unsur tersebut terdapat ….
a.16 proton, 14 elektron dan 14 netron
b.14 proton, 16 elektron dan 30 netron
c.30 proton, 30 elektron dan 16 netron
d.16 proton, 16 elektron dan 14 netron
e.16 proton, 16 elektron dan 30 netron

2.Suatu unsur X; jika membentuk ion X3+, maka terdapat ….
a.76 elektron di sekitar inti
b.76 proton di dalam inti
c.79 elektron di sekitar inti
d.79 netron di dalam inti
e.82 proton di dalam inti

3.Perhatikan atom-atom berikut: 8P15; 7Q15; 6R14; dan 7S14. Atom yang merupakan isotop adalah ….
a.P dan Q
b.R dan S
c.P dan R
d.Q dan S
e.A dan D

4.Unsur 17A mempunyai kulit elektron sebanyak ….
a.1
b.2
c.3
d.4
e.5

5.Ion X2+ mempunyai konfigurasi elektron 2, 8, 8. Nomor atom X adalah ….
a.16
b.18
c.19
d.20
e.22

6.Ion X-2 mempunyai konfigurasi elektron 2, 8, 8. Nomor atom X adalah ….
a.16
b.17
c.18
d.20
e.22

7.Jika atom X mempunyai elektron valensi 7 pada kulit N, maka nomer atom X adalah ….
a.25
b.27
c.32
d.35
e.38

8.Suatu atom A dengan konfigurasi elektron 2, 8, 8, 2, maka ….
a.nomer atom A = 10
b.massa atom A = 20
c.ion A2+ mempunyai 20 elektron
d.nomer atom dan nomer massa A = 20
e.nomer atom A = 20

9.Suatu atom mempunyai tiga kulit elektron dan lima elektron valensi serta mempunyai 16 netron, maka nomor atom dan nomor massa unsur tersebut adalah ….
a.15 dan 16
b.13 dan 31
c.15 dan 31
d.31 dan 13
e.16 dan 15

10.Konfigurasi elektron berikut yang tidak dijumpai pada suatu atom adalah ….
a.2e, 8e, 5e                   d. 2e, 8e, 8e
b.2e, 8e, 6e                   e.2e, 8e, 9e
c.2e, 8e, 7e

11.Atom Al memiliki 13 elektron, kofigurasi elektron ion Al3+ adalah ….
a.2e, 8e                         d.2e, 8e, 3e
b.2e, 8e, 1e                   e.2e, 8e, 6e
c.2e, 8e, 2e

12.Unsur boron yang terdapat di alam terdiri atas dua jenis isotop dengan kelimpahan isotop I = 20% dan isotop II = 80%. Massa atom relatif yang memungkinkan adalah ….
a. 10,0
b. 10,2
c. 10,5
d. 10,8
e. 11,0

Selamat Belajar, Do the best please. Good luck.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Soal Uraian Teori Atom

Soal-soal berikut menyangkut konsep-konsep pada perkembangan teori atom. Soal berbentuk uraian ini ditujukan untuk mengembangkan nalar siswa, agar perkembangan teori atom ini dapat dikuasai dengan baik.

Konsep-konsep terkait yang terdapat dalam materi ini sering dianggap hanya sebagai titik awal pembahasan teori atom, sehingga sering hanya dipelajari secara singkat, katakanlah dijadikan sebuah rangkuman singkat atau hanya garis besarnya saja. Bahayanya terjadi kecenderungan menghafal. Apa akibat yang mungkin terjadi? Hafalan di luar kepala, sehingga hubungan antar konsep menjadi makin tidak tampak. Alasan dengan argumentasi kuat kemungkinan tidak terpikirkan lagi. Sayang sekali kalau hal itu sampai terjadi. Pelajaran ini diberikan di kelas X dan termasuk awal memasuki pelajaran kimia SMA. Penulis sangat berharap, bahwa dalam belajar sain (IPA), termasuk kimia, siswa selalu ingat pentingnya berpikir logis.

  1. Berikan arti dari kata atomos yang dikemukakan oleh Democritus. Pada saat Democritus, terdapat pula tokoh lain, yaitu Aristoteles. Jelaskan apa yang terjadi saat itu.
  2. Dalton menjelaskan teori atomnya menjadi 4 point. Terangkan dengan jelas masing-masing point dan tunjukkan adanya hubungan antar point tersebut.
  3. Mengapa model atom Dalton dinyatakan sebagai bola pejal?
  4. Dalton mengatakan bahwa atom yang sama sifatnya sama, atom berbeda sifatnya berbeda. Terangkan melalui contoh.
  5. Terangkan percobaan yang dilakukan oleh Thomson, sehingga beliau dinyatakan sebagai penemu elektron.
  6. Bagaimana teori atom menurut Thomson? Gambarlah model atomnya dan terangkan.
  7. Atom bersifat netral, walaupun Thomson berhasil menemukan elektron. Apa yang dipikirkan oleh Rutherford sebelum melakukan percobaan?
  8. Terangkan percobaan Rutherford hingga beliau memperoleh simpulan bahwa di dalam atom sesungguhnya ada bagian sangat kecil berada di tengah atom yang bermuatan positip.
  9. Gambarlah model atom Rutherford dan beri keterangan.
  10. Siapa penemu proton dan netron?
  11. Setelah proton dan netron ditemukan, gambarlah secara lengkap perkembangan dari model atom Rutherford.
  12. Notasi suatu atom unsur 238-U dengan nomor atom 92. Hitunglah jumlah proton, netron, dan elektron dari atom uranium tersebut.
  13. Berapakah jumlah netron yang terdapat dalam atom hidrogen, H yang bernomor massa 1?
  14. Terangkan arti isotop, isoton, dan isobar. Berikan contohnya.
  15. Model atom Rutherford memiliki kelemahan, dalam hal apa dan mengapa?
  16. Niels Bohr dinyatakan berhasil mengatasi kelemahan Rutherford. Bagaimana cara mengatasinya?
  17. Gambarlah model atom menurut Niels Bohr.
  18. Tuliskan kofigurasi elektron 20 unsur pertama, dari hidrogen sampai dengan kalsium.
  19. Berapa jumlah elektron yang terdapat dalam ion Mg2+? Terangkan alasannya.
  20. Elektron valensi Mg adalah 2. Terangkan artinya.
  21. Suatu atom, elektronnya tersusun atas elektron dalam dan elektron valensi. Terangkan artinya.
  22. Unsur logam selalu membentuk ion positip. Apa alasannya?
  23. Logam dapat menghantar listrik, mengapa?
  24. Ion negatip dapat dibentuk oleh unsur-unsur non logam. Mengapa?
  25. Jika suatu logam membentuk ion positip, apa yang terjadi?
  26. Demikian pula jika non logam membentuk ion negatip, apa yang terjadi?
  27. Apa nama lain dari ion positip dan ion negatip? Berikan contohnya masing-masing satu.
  28. Neon-10, isoelektronik dengan ion-ion berikut : Na+, Mg2+, Al3+, F-, dan O2-. Berikan penjelasan.
  29. Tuliskan konfigurasi elektron ion-ion pada soal no. (28) di atas.
  30. Unsur khlor memiliki 2 buah isotop, yaitu Cl-35 dan Cl-37. Masing-masing isotop ini di alam memiliki kelimpahan berturut-turut 75% dan 25%. Berapakah massa atom rata-rata dari Cl?

Selamat belajar, do the best please. Good luck.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Perkembangan Teori Atom

1. Teori Atom Dalton

Perkembangan teori atom sebenarnya diawali oleh Democritus yang menyatakan materi terkecil adalah atomos. Namun ditentang oleh Aristoteles yang berpendapat bahwa materi bersifat kontinyu bukan diskontinyu. Aristoteles tidak setuju adanya atomos. Setelah itu barulah John Dalton (1803)  mengemukakan pendapat tentang atom dan dikenal sebagai teori atom Dalton.

Berdasarkan hukum kekekalan massa (Lavoisier) dan hukum perbandingan tetap (Prouts), Dalton mengemukakan pendapatnya tentang atom yang meliputi 4 (empat) hal :

Atom merupakan bagian terkecil dari materi yang tidak dapat dibagi lagi.

    • Atom digambarkan sebagai bola pejal yang sangat kecil. Suatu unsur terdiri atas atom-atom yang identik dan berbeda untuk unsur yang berbeda.
    • Atom-atom bergabung membentuk molekul-molekul senyawa dengan perbandingan bilangan yang bulat dan sederhana.
    • Reaksi kimia merupakan pemisahan, penggabungan, atau penyusunan kembali atom-atom, sehingga atom tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan.

    Prediksi Dalton ini dinyatakan sebagai model atom, yaitu berupa bola pejal. Setelah terjadi perkembangan ilmu pengetahuan, teori Dalton ini dirasa memiliki keterbatasan. Teori ini tidak dapat menjelaskan tentang sifat listrik materi. Karena itu terjadilah perkembangan teori atom yang didasarkan pada sifat listrik materi. Pakar berikutnya mempelajari kelemahan teori Dalton dan membut teori atom yang baru. Bagaimanapun, untuk keperluan tertentu teori Dalton masih digunakan.

    2. Teori Atom Thomson

    J.J. Thomson menggunakan tabung pengawa muatan atau tabung sinar katode yang ditemukan oleh William Crookers, untuk meneliti sifat listrik materi. Melalui penelitiannya Thomson menemukan adanya sinar katode dan beliau memastikan bahwa sinar katode terdiri atas partikel-partikel yang bermuatan negatif.

    Dari percobaan ini Thomson menyatakan bahwa sinar katode merupakan partikel penyusun atom (partikel subatom) yang bermuatan negatif dan dikenal sebagai elektron.

    Atom merupakan partikel bersifat netral. Karena elektron bermuatan negatif, berarti terdapat partikel lain yang bermuatan positif. Dari penemuannya tersebut, Thomson dapat mengatasi kelemahan teori atom Dalton. Penemuan ini kemudian dikenal sebagai Teori Atom Thomson. Teori ini menyatakan bahwa:

    “Atom merupakan bola pejal yang bermuatan positif dan didalamya tersebar elektron yang bermuatan negatif.”

    Meskipun sebenarnya Thomson hanya menemukan elektron dan adanya partikel bermuatan positif hanyalah merupakan suatu prediksi. Model atom ini berupa bola pejal bermuatan positif dan elektron tersebar di dalam bola tersebut.

    Dalam model atom Thomson, terdapat suatu kelemahan, yaitu partikel yang bermuatan positif hanya sebagai prediksi dan posisi elektron dalam atom juga hanya dinyatakan tersebar. Berarti Thomson belum menemukan kedudukan elektron di dalam suatu atom. Berdasarkan kelemahan teori Thomson, maka pakar berikutnya berupaya mengatasi kelemahan tersebut.

    3. Teori Atom Rutherford

    Rutherford bersama muridnya H. Geiger dan E. Marsden menyiapkan peralatan yang akan digunakan untuk melakukan percobaan hamburan sinar alfa. Partikel alfa adalah inti atom helium, yaitu partikel bermuatan positif dan bergerak lurus, berdaya tembus besar sehingga dapat menembus lembaran tipis kertas.

    Percobaan ini digunakan untuk mengatasi kelemahan teori Thomson. Dari hasil pengamatan diperoleh data bahwa ketika partikel alfa ditembakkan pada lempeng emas yang sangat tipis, sebagian besar partikel alfa diteruskan, hanya sebagian kecil sekali yang dibelokkan. Kesimpulan yang dibuat ole Rutherford berdasarkan kejadian ini adalah :

      • Lempeng emas yang sangat tipis dianggap sebagai suatu lapisan atom-atom emas. Karena hanya sebagian kecil yang dibelokkan, maka dalam atom emas terdapat partikel yang sangat kecil dan bermuatan positif, merupakan partikel penyusun inti atom.
      • Karena hampir semua partikel alfa diteruskan, berarti di dalam atom terdapat elektron. Elektron-elektron ini berada di ruang hampa memenuhi bola dan bergerak mengelilingi inti atom.

      Berdasarkan data di atas, Rutherford membuat suatu model atom yang dikenal sebagai Model Atom Rutherford. Menurut Rutherford “Atom terdiri dari inti atom yang sangat kecil dan bermuatan positif, dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif.” Rutherford memprediksi adanya partikel netral di dalam inti atom yang berfungsi mengikat partikel-partikel positif agar tidak saling tolak menolak. Kelemahan dari teori ini adalah tidak adanya penjelasan tentang tingkat energi elektron yang terus menerus bergerak mengelilingi inti.

      4. Teori Atom Bohr

      Seorang ahli fisika Denmark, Neils Bohr (1913) mengatasi kelemahan teori atom Rutherford. Beliau melakukan percobaan spektrum atom hidrogen. Percobaan ini berhasil memberikan gambaran bagaimana elektron berada di sekitar inti atom. Penjelasan Bohr tentang atom hidrogen melibatkan teori klasik dari Rutherford dan teori kuantum dari Planck yang diungkapkan sebagai berikut :

        • Satu elektron dari atom hidrogen yang mengelilingi inti terdapat dalam suatu lintasan yang dinyatakan sebagai orbit. Orbit ini berada dalam keadaan stasioner;
        • Selama elektron berada dalam lintasan stasioner, tingkat energi elektron tetap sehingga tidak ada energi yang dipancarkan atau diserap.
        • Elektron hanya dapat berpindah dari satu lintasan stasioner ke lintasan stasioner lain. Perpindahan ini melibatkan sejumlah energi tertentu yang besarnya sesuai dengan persamaan planck, ΔE = hv.
        • Lintasan stasioner memilki besaran dengan sifat tertentu yang dikenal sebagai momentum sudut. Momentum sudut = nh/2∏, n adalah bilangan bulat dan h tetapan planck.

        Menurut model atom Bohr, elektron-elektron mengelilingi inti pada lintasan-lintasan tertentu yang dikenal sebagai kulit elektron atau tingkat energi. Tingkat energi paling rendah adalah kulit elektron yang terletak paling dekat dengan inti, makin jauh dari inti makin besar nomor kulitnya dan makin tinggi tingkat energinya. Setelah model atom ini dicermati, masih terdapat suatu kelemahan, karena Bohr tidak mampu menjelaskan spektrum warna dari atom yang berelektron banyak.

        5. Teori Atom Modern

        Niels Bohr adalah pakar pertama yang menggunakan teori kuantum dalam model atomnya. Bilangan kuantum yang dirumuskan oleh Bohr dinamakan bilangan kuantum utama (n) yang menyatakan kulit.Bilangan kuantum ini memiliki harga 1, 2, 3, dst.nya. n = 1 adalah kulit K, n= 2 kulit L, dst.nya.

        Teori kuantum ini mengalami perkembangan, sehingga tercetuslah model atom mekanika kuantum yang dikembangkan oleh Erwin Schrodinger (1926). Sebelumnya seorang ahli Jerman Werner Heisenberg mengembangkan teori mekanika kuantum yang dikenal dengan prinsip ketidakpastian (Uncertainty). “Kebolehjadian terdapatnya elektron pada jarak tertentu dari inti atom”.

        Daerah di sekitar inti atom tempat kebolehjadian terdapatnya elektron dinamakan orbital. Bentuk dan tingkat energi orbital dirumuskan oleh Erwin Schrodinger. Beliau menentukan persamaan gelombang untuk menggambarkan kemungkinan ditemukannya elektron dalam tiga dimensi.

        Awan elektron di sekitar inti menunjukkan daerah kebolehjadian elektron. Orbital menggambarkan tingkat energi elektron. Orbital-orbital dengan tingkat energi yang sama membentuk sub kulit. Beberapa sub kulit bergabung membentuk kulit. Jadi kulit terdiri dari beberapa sub kulit dan subkulit terdiri dari satu atau lebih orbital.

        Menurut teori atom mekanika gelombang, kedudukan elektron di sekitar inti ditentukan oleh 4 macam bilangan kuantum.

          • Bilangan kuantum utama (n) menentukan kedudukan elektron dalam suatu kulit (tingkat energi) yang dikemukakan oleh Bohr.
          • Bilangan kuantum azimut atau skunder (l) menyatakan sub kulit.
          • Bilangan kuantum magnetik (m) menyatakan orbital.
          • Bilangan kuantum spin (s) menyatakan perputaran elektron menurut spin (poros).
          Posted in Uncategorized | 2 Comments

          Hello world!

          Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

          Posted in Uncategorized | 1 Comment